Langsung ke konten utama

GARA-GARA HOAX TOPI, ABU NAWAS MEMBUAT SATU KOTA JADI BODOH BERJAMAAH Unknown May 23, 2017 Ibrah

GARA-GARA HOAX TOPI, ABU NAWAS MEMBUAT SATU KOTA JADI BODOH BERJAMAAH



Suatu hari Abu Nawas berjalan di tengah pasar sambil menengadah melihat ke dalam topinya. Orang banyak perhatikan ulah Abu Nawas itu dengan wajah heran.
Apakah Abu Nawas telah gila? Apalagi dia melihat ke dalam topinya sambil tersenyum dan penuh bahagia.
Salah seorang datang menghampiri Abu nawas, "Wahai saudaraku, apa yang sedang kamu lihat di dalam topi itu?"
"Aku sedang melihat surga lengkap dengan barisan bidadari," kata Abu Nawas dengan wajah cerah dan senyum puas.

"Coba aku lihat!"

"Saya tidak yakin engkau bisa melihat seperti yang aku lihat".

"Mengapa?"

"Karena hanya orang yang beriman dan sholeh saja yang bisa lihat surga di topi ini," tegas Abu Nawas meyakinkan.

"Coba aku lihat," kejar si penanya penasaran.

"Silahkan!"

Orang itu melihat kedalam topi itu dan sejenak kemudian dia melihat ke arah Abu Nawas, "benar kamu, aku melihat surga di topi ini dan juga bidadari. Subhanallah, Allahu Akbar," kata orang itu berteriak dan didengar orang banyak.
Abu Nawas tersenyum. Sementara orang banyak yang menyaksikan ulah Abu Nawas ingin pula membuktikan apakah benar ada surga di dalam topi itu.

Abu Nawas mengingatkan kepada mereka semua, "ingat, hanya orang beriman dan sholeh yang bisa melihat surga didalam ini. Yang tidak beriman tidak akan bisa melihat apapun".
Satu demi satu orang melihat kedalam topi Abu Nawas itu. Ada yang dengan tegas menyatakan melihat surga dan ada juga yang mengatakan Abu Nawas bohong. Abu Nawas tetap tenang saja sambil menebar senyum.
Akhirnya, mereka yang tidak melihat surga di dalam topi itu melaporkan kepada Raja dengan tuduhan Abu Nawas telah menebarkan kebohongan kepada orang banyak.
Raja memanggil Abu Nawas menghadap raja. "Abu Nawas!" seru raja, "benarkah kamu bilang di dalam topimu bisa nampak surga dengan sederet bidadari cantik?"

"Benar Tuan Raja, tapi yang bisa melihatnya hanya orang beriman dan sholeh. Bagi yang tidak bisa melhat itu artinya dia tidak beriman dan kafir".

"Oh begitu. Coba saya buktikan apakah benar cerita kamu itu," sanggah Raja, yang segera melihat ke dalam topi Abu nawas dari sudut kiri dan kanan, atas dan bawah.
Akhirnya raja terdiam dan berpikir, "benar tidak nampak surga di dalam topi ini. Tapi andaikan aku bilang tidak ada surga, maka orang banyak akan tahu aku termasuk tidak beriman dan termasuk kafir. Tentu akan hancur reputasiku".
Demikian kira kira yang dipikirkan sang Raja. Akhirnya Raja mengatakan, "Benar! Saya sebagai saksi bahwa di dalam topi Abu Nawas, kita bisa melihat surga dengan sederetan bidadari," ia setengah berteriak.
Orang banyak akhirnya menerima cerita Abu Nawas karena kawatir berbeda dengan Raja.
Ibrah yang bisa kita petik dari kisah ini adalah betapa kita masih sering "latah" dan "kagetan" dalam menyikapi sebuah berita. Tidak tua tidak muda, kita masih suka panik dalam menyikapi berita terutama yang berbalut agama.

Takut tidak dianggap islam jika tidak ikut-ikutan. Takut tidak dianggap beragama jika tidak menerima ajakan mereka. Tidak tahu, karena kita masih miskin ilmu.

Hal ini yang dimanfaatkan oleh para pengadu domba, penyebar fitnah, pembuat rusuh untuk memecah belah bangsa kita.

Tulisan Rasmehdi Amsari (Disunting oleh Admin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLENDRANG (Jangan nget-ngetan klangenanku)

BLENDRANG ( Jangan nget-ngetan klangenanku ) Oleh : Slamet Haryanto   Doroampel, 28 Agustus 2020 Kalau berbicara masalah kuliner, tidak akan pernah habis, apalagi kuliner kesukaan yang tiap orang tentunya berbeda walaupun ada sebagian orang yang sama. Satu jenis bahan sayur saja bisa menjadi lima sampai sepuluh macam sayur kalau sudah masak, dan semua itu perlu keahlian dan kebiasaan tersendiri untuk memasak sayur, khususnya sayur lodeh yang pakai santan. Berbicara kuliner nasi pecel saja, tentu banyak yang terkenal dan pelanggannya juga sendiri-sendiri. Ada nasi pecel Tulungagung yang terkenal yaitu nasi pecel Mbok Modin di era 2000 sampai sekarang tapi setelah ganti generasi pelanggannya juga mulai berkurang, ada juga nasi pecel Mak Utik, pecel lor perempatan gludug, pecel gragalan dan lain sebagainya. Ngomongin pecel Mbok Modin aku ingat Pak Niam, entah siapa yang duluan masuk dan makan nasi di warung Mbok Modin (warungnya masih di barat/pas gapuro masuk IAIN yang se...

PENGHARGAAN YANG BENAR

PENGHARGAAN YANG BENAR Lingkungan punya pengaruh yang sangat besar dan penting terhadap seseorang, baik itu dalam segi sikap, tingkah laku, pengetahuan sampai status sosial/ harga dirinya. Maksudnya seseorang akan bermakna atau punya nilai lebih ketika dia di dalam lingkungan yang tepat.  Seorang guru akan dihargai ketika berada di lingkungan pendidikan, dalam arti di hadapan siswa, wali murid ataupun orang yang perhatian dalam pendidikan. Bahkan di masyarakatpun guru masih sangat dihormati karena mereka menganggap gurulah yang mengajari mereka dan anak-anaknya bisa menulis, membaca dan semua hal, sehingga guru masih punya status sosial yang sangat bagus di masyarakat.  Namun demikian tidak semuanya seperti itu, pastinya ada pengecualian, terlepas dari semua itu intinya kita teruslah berbuat baik, apapun penilaian orang lain karena walaupun dimata banyak orang kita dinilai baik, pasti ada satu atau dua orang yang tidak suka kepada kita begitu juga sebaliknya. Intin...

ERA DIGITAL : PEMERINTAH, MADRASAH DAN GURU

ERA DIGITAL : PEMERINTAH, MADRASAH DAN GURU             Oleh : Slamet Haryanto *) Di era digital seperti sekarang teknologi komunikasi dan informasi terus mengalami perkembangan, untuk itu perkembangan teknologi juga harus dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan. Era digital telah banyak mengubah berbagai hal dalam kehidupan, namun sementara ini teknologi lebih banyak berkembang ke arah entertainment, belum banyak untuk kepentingan pendidikan terutama daerah pedesaan dan pinggiran. Perkembangan sudah menjadi sebuah gaya hidup masyarakat. Generasi milleneal saat ini memang tidak bisa lepas dari yang namanya teknologi digital untuk kehidupan sehari-hari. Untuk itu bagaimana kita bisa memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dalam kepentingan pembelajaran, demi kemajuan pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Era digital adalah konsekuensi dari sebuah era perjalanan jaman. Pada akhirnya kit...